Random Post

Minggu, 04 November 2012

Penuntasan Tuna Aksara dengan Bahasa Ibu dan TIK Efektif


Jakarta --- Penggunaaan bahasa ibu dinilai efektif menuntun masyarakat tuna aksara terutama bagi orang yang sudah lanjut usia (lansia) untuk mengenal aksara. Dengan pendekatan bahasa ibu, bahan ajar yang disampaikan lebih mudah diterjemahkan.


“Kalau Bahasa Indonesia langsung digunakan dalam pendidikan, akan sulit. Di kampung, bahasa lokal sudah sangat mapan dimengerti masyarakat jika mereka belajar berhitung,” tutur Wakil Menteri Pendidikan dan Kebudayaan bidang Pendidikan Musliar Kasim, seusai membuka Seminar Internasional Meningkatkan Keaksaraan Berbasis Bahasa Ibu dan Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK) di Hotel Atlet Century Park, Jakarta, Kamis (1/11).
Selain lebih mudah dimengerti oleh penuturnya, bahasa ibu yang sangat beragam merupakan kekayaan yang tak ternilai. Dengan keberagaman tersebut, masyarakat juga diajarkan untuk saling menghargai. Baik menghargai keberagaman bahasa asli maupun budaya secara keseluruhan.
Direktur Jenderal Pendidikan Anak Usia Dini Lydia Freyani Hawadi mengatakan, seminar ini selain membahas pendekatan penuntasan tuna aksara dengan menggunakan bahasa ibu, juga akan dibahas tentang penggunaan TIK untuk mendorong pendekatan tersebut. Indonesia adalah negara yang tercatat sebagai pengguna facebook nomor 4 dan twitter nomor 5 di dunia. Data tersebut menunjukkan bahwa penggunaan teknologi sangat berkembang disini. Oleh karena itu, TIK juga akan digunakan sebagai alat untuk menuntaskan kebutaaksaraan.
Dalam seminar ini, Indonesia bersama dengan negara anggota E-9 dan negara-negara ASEAN plus Timor Leste, akan berbagi best practice bagaimana keberhasilan mereka menurunkan angka kebutaaksaraan di negaranya. Diundang juga ahli bahasa dari dalam dan luar negeri, serta salah satu lembaga masyarakat yang telah berhasil menuntaskan tuna aksara di Jawa Barat. Jawa Barat adalah salah satu dari 496 kabupaten yang telah mengeluarkan peraturan daerah tentang penggunaan bahasa ibu sebagai bahasa pengantar. (AR

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar